Ada banyak sekali manfaat mengunyah makanan dengan frekuensi yang lebih banyak sebelum ditelan. Proses pencernaan sebenarnya dimulai dari mulut, bukan di lambung. Ketika kita mengunyah secara perlahan, kelenjar ludah akan memproduksi enzim amilase dalam jumlah yang cukup untuk mulai memecah karbohidrat menjadi molekul yang lebih sederhana. Selain itu, air liur mengandung enzim lain yang membantu melumasi makanan agar lebih mudah melewati kerongkongan. Dengan menghancurkan makanan hingga menjadi tekstur yang lembut, kita sebenarnya sedang meringankan beban kerja lambung dan usus halus, sehingga nutrisi dapat diserap oleh tubuh secara lebih efisien dan maksimal.
Dari sisi manajemen berat badan, durasi makan yang lebih lama memberikan waktu bagi otak untuk menerima sinyal kenyang dari sistem pencernaan. Dibutuhkan waktu sekitar 20 menit bagi otak untuk menyadari bahwa perut sudah terisi cukup. Jika kita makan terlalu cepat, kita cenderung mengonsumsi kalori lebih banyak dari yang sebenarnya dibutuhkan tubuh karena sinyal kenyang tersebut terlambat sampai ke otak. Oleh karena itu, kebiasaan mengunyah perlahan adalah salah satu cara alami yang paling efektif bagi mereka yang ingin menjaga atau menurunkan berat badan tanpa merasa tersiksa oleh rasa lapar yang berlebihan.
Dampaknya manfaat mengunyah makanan juga mencakup pencegahan masalah umum seperti perut kembung, begah, dan naiknya asam lambung. Makanan yang ditelan dalam bentuk potongan besar memaksa lambung bekerja ekstra keras dan memproduksi asam lebih banyak, yang sering kali menyebabkan rasa tidak nyaman setelah makan. Selain itu, proses mengunyah yang lama juga secara tidak langsung membantu kita untuk lebih menikmati rasa dan aroma dari makanan tersebut. Ini adalah bentuk dari mindful eating, di mana kita benar-benar hadir dan menghargai setiap suapan yang kita nikmati, yang pada akhirnya memberikan kepuasan mental selain sekadar kenyang secara fisik.
Para ahli kesehatan menyarankan untuk mengunyah setiap suapan sebanyak 30 hingga 32 kali, tergantung pada tekstur makanan yang dikonsumsi. Meskipun pada awalnya terasa membosankan atau sulit dilakukan, latihan ini akan menjadi kebiasaan yang sangat menguntungkan. Mengunyah juga membantu memperkuat rahang dan meningkatkan sirkulasi darah di area kepala. Selain itu, air liur yang dihasilkan selama proses mengunyah memiliki sifat antibakteri yang baik untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi. Jadi, dengan memperlama proses makan, Anda sebenarnya sedang melakukan perawatan kesehatan komprehensif dari dalam tubuh Anda sendiri.
